Laman

Monday, February 12, 2018

Rekor Dunia Diraih Oleh PPS Betako Merpati Putih




Dengan 1000 stang dragon dan 1000 pesilatnya, Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih sukses mencatatkan diri meraih Rekor Dunia yaitu “Mematahkan Stang Dragon Terbanyak Oleh Pendekar” pada hari Sabtu, 10 Februari 2018 di Pusdikzi TNI AD, Jalan Sudirman No 35 Bogor, Jawa Barat.

Para pesilat Merpati Putih ini hadir dari seluruh  wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan juga dari manca negara yang datang dengan sukarela dan ikhlas demi perguruan tercinta.

Sertifikat Rekor Dunia Indonesia ini diserahkan oleh Wakil Direktur Muri Osmar Semesta Susilo kepada Ketua Umum Pengurus Pusat PPS Betako Merpati Putih, Amos Priono Tri Nugroho. Pencatatan Rekor DuniaIndonesia ini merupakan bagian dari acara Pembukaan Kejurnas VI Merpati Putih oleh Ketua MPR RI,  Zulkifli Hasan.


Pencatatan rekor ini merupakan rangkaian kegiatan kejuaraan nasional PPS Betako Merpati Putih yang berlangsung dari tanggal 8 s.d 10 Februari 2018 di Pusdikzi TNI AD, Jalan Sudirman No 35 Bogor, Jawa Barat.


Kegatan ini juga melibatkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari dan Ketua Komisi VI DPR RI Teguh Juwarno. Ketiga pejabat negara ini yang juga anggota MP nampak antusias saat mematahkan benda keras tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 561 pesilat Merpati Putih dari 59 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan dua cabang dari luar negeri, yaitu Korea Selatan dan Tokyo, Jepang telah bertanding dan adu strategi untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Kejurnas VI mulai Kamis 8 Februari 2018. 
Para pendekar tersebut bertanding di nomor Laga (fight), Stamina Tenaga (pematahan benda keras cor beton, pompa dragon dan plat baja), Kerapihan Teknik dan Getaran.

Ketua Umum Pengurus Pusat Merpati Putih Amos Priono Tri Nugroho mengatakan, ajang ini adalah pembuktian jati diri Merpati Putih sebagai warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Kejurnas ini, tambahnya sebagai wadah mencari bibit atlet berprestasi.

Menciptakan jenjang kompetisi prestasi yang sehat dan terukur bagi atlet pesilat Merpati Putih secara terpadu, mulai tingkat kelompok latihan, cabang, provinsi dan internasional.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak karena bantuan dan do’anya. Alhamdulillah Kejurnas Merpati Putih VI bisa terlaksana dengan baik”.


Ketua Panitia Kejurnas VI  Yuwono Darpito Hudoyo menyatakan  kejurnas kali ini berbeda dengan kejuarnas sebelumnya, karena lokasinya berada di Pusat Pendidikan Zeni  TNI AD, seluruh atlet beserta official diterapkan sistem kedisiplinan ala militer. Atlet dan official. Mereka semua terikat dengan aturan militer dan diterapkan jam malam dan bangun pagi.

"Tidak hanya kebiasaan tidur dan bangun tidur ala militer, tapi makan pagi hingga malam juga ala militer setiap pesilat laga yang akan bertanding sebelumnya diseleksi terlebih dahulu dengan pematahan benda keras minimal mematahkan dua sasaran dari tiga sasaran. Ada yang menarik wasit dan juri mengenakan pakaian khas Tradisional Jawa, yaitu pakaian Sorjan," tegas pria yang menjabat Ketua Pengda Merpati Putih Jawa Barat ini.





No comments:

Post a Comment