Laman

Saturday, May 30, 2015

Sri Sultan Dukung Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah


Raja Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Bawono X mendukung pencak silat masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Sebab pencak silat adalah salah satu warisan budaya yang harus tetap dilestarikan.
Hal itu diungkapkan Sultan saat bertemu dengan 100-an pendekar pencak silat di Gedung Pracimosono kompleks kantor Gubernur DIY, di Jl Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2015) sore.
"Saya sudah bertemu dengan Mendikbud dan sudah membicarakan hal itu, biar nanti kementrian yang akan menyampaikan sendiri," kata Sultan.

Menurut Sultan, Mendikbud sangat mendukung bila pencak silat masuk kurikulum pendidikan di sekolah. Sebab pencak silat bisa jadi alternatif pilihan pendidikan karakter bangsa yang bisa jadi dikembangkan di masa depan.

Sultan juga meminta kepada perguruan-perguruan silat seluruh Indonesia agar menyiapkan materi-materi semacam silabus. "Biar pas, istilahnya tumbu oleh tutup. Kita bisa menyiapkan materinya dan kementerian juga menyiapkannya," kata Sultan.

Apabila pencak silat masuk kurikulum wajib di sekolah baik SD dan SMP, Sultan meminta para perguruan silat harus siap melakukannya. "Tidak ada pilihan lain kecuali mengatakan siap dan sanggup. Ini momentum yang baik," tegas Sultan.

Oleh karena tidak semua daerah akan terpenuhi guru dan pelatih silat, dia juga meminta agar semua perguruan silat di Indonesia untuk saling membangun jaringan dan saling membantu.
"Karena setiap provinsi tidak semua bisa memenuhi, ini perlu jaringan dan saling membantu mengatasi kekurangan. Ini kesempatan bagus, untuk mendukung eksistensi pencak silat," tegas Sultan.

Sementara panitia Jambore Pencak 2015, Siswantoyo menambahkan dalam acara pawai pencak silat di Malioboro pada hari Minggu (31/5/2015) sore akan diikuti sekitar 7.500 peserta.

"Kami berharap pencak silat yang lahir di seluruh nusantara ini sebagai warisan nusantara yang dapat mendukung untuk pendidikan karakter bangsa dan memberikan pendidikan alternatif bagi anak-anak sekolah," katanya.

Siswantoyo menambahkan beberapa perguruan silat yang ikut pawai diantaranya Wahyu Sejati, Satria Nusantarra, Tapak Suci, Setia Hati, Cepedi, Perisai Diri, Kera Saksi, Perpi Harimurti, Tapak Suci dan lain-lain.

Sedangkan dari luar DIY diantaranya Bayu Suci Malang, Pagar Nusa kartasura, Persinas ASAD, KPSN Muntilan, Cakra V, Garis Paksi, Maenpo, Gerak Gulung Budi Daya, Cimande, Cikalong, Komunitas Pesilat Jawa Timur, gerak Gulung budi Daya, Sanggar terazam Jakarta, Beksi Kong Noer, Mutiara Betawi, Silat betawi gerak Rasa Sikilat, Getar Sukma, laskar bekasi dan lain-lain.



Sumber : Detik News 

No comments:

Post a Comment