Laman

Sunday, December 14, 2014

Murid Durhaka



Ambil saja sebuah contoh, jika awalnya belum bisa mengenal jurus-jurus tata beladiri pencak silat kemudian belajar kepada guru silat, jurus demi jurus dan akhirnya mampu dan menguasai tata beladiri pencak silat tersebut dari seorang guru silat.
Dari belajar kepada sang Guru tersebut mendapat banyak hal dalam beladiri pencak silat dengan segala filosofinya.

Seiring berjalannya waktu, sang murid merasa lebih mampu, merasa lebih benar, merasa lebih bijaksana dibanding sang Guru. Sehingga muncul masalah yang menyebabkan murid merasa jengkel dengan sang Guru, sehinga menyebabkan hilangnya rasa hormat dan sikap menghargai dari seorang murid kepada sang Guru.


Jika terjadi seperti ini pada diri murid, sangat bahaya karena termasuk "DURHAKA" kepada guru. Akibat dari rasa jengkel kepada beliau adalah semua yang pernah diajarkan oleh sang Guru oleh murid akan ditolak. 
Secara bawah sadar akibatnya kekhusyu'an yang pernah beliau sampaikan dan kita rasakan manfaatnya lama lama akan semakin hilang dalam diri murid. Naudzubillah mindzalik.

Sang Guru yang pernah mengajarkan tentang tata beladiri,  jalan hidup, filosofi dan apapun yang Guru lakukan jangan membuat kita sebagai murid merasa jengkel, sebab akan merusak semua yang pernah diajarkan oleh sang Guru.  Kondisi yang paling parah, seorang murid yang jengkel kepada Guru, murid yang jengkel tersebut menghasut teman-temannya agar ikut jengkel kepada Sang Guru. Sungguh ini perbuatan yang sangat tercela.

Jika anda merasa diri sebagai murid maka Anda harus hormat, jika anda bersalah harus segera minta maaf kepada sang Guru. Jika tidak cocok dengan pendapatnya sebaiknya diam. jangan menanyakan, mendebat bahkan menghujat. 
Mungkin bagi guru silat hujatan murid tidak membuatnya sakit hati, namun secara otomatis (bawah sadar) akan terjadi kontra terhadap apa yang dia ajarkan. Sehingga ajaran guru tersebut pasti putus atau tertolak. Hal inilah yang menyebabkan apapun yang diajarkan guru tidak akan dapat dipahami dan dimengerti.

Terlebih lagi, apabila murid berpendapat bahwa sang Guru berbuat salah (sebenarnya Guru tidak melakukan kesalahan) maka akan terjadi penolakan yang sungguh luar biasa terhadap sikap murid tersebut. 
Dan secara hukum alam perilaku murid tersebut merupakan perilaku "Durhaka" kepada Guru. Pasti ada akibatnya.

Sangat kasihan jika ada murid yang durhaka kepada guru, karena murid tersebut akan mendapat reaksi fatal dari alam berkenaan dengan sumpah dan janji yang telah berulang kali diucapkan secara lisan dan disaksikan oleh alam. 
Lambat atau cepat  murid akan merasakan akibat dari perilakunya sendiri.

No comments:

Post a Comment