Laman

INNER POWER Oleh DG Mas Mulyanto T
Pelantikan Pengurus MP Cab. Wonogiri | Merpati Putih Masuk Wonogiri
Pendekar Lembah Bukit Muser 214 | Menerima Calon Anggota Baru 2016
JANJI ANGGOTA
Download AD/ART PPS Betako Merpati Putih 2013-2018
Hukuman Bagi Murid Yang Berkhianat/ Tidak Setia
Menabur Benih Pasti Menuai
Pengkhianat Hanya Layak Mati Di Tiang Gantungan
Siapa yang Mencintai Allah dan Rasul, Harus Mencintai Gurunya
MAKAM GAGAK HANDOKO

Saturday, September 6, 2014

Makam Gagak Handoko (Adipati Loano Terakhir)




Gagak Handoko merupakan Adipati Loano paling akhir wafat tahun 1836 dan merupakan senopati/prajuritnya Pangeran Diponegoro. 
Pada masa perang Diponegoro, berbagai tempat di daerah perbukitan Menoreh dijadikan ajang pertempuran. Semula perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap kolonial Belanda terbatas hanya di sekitar Tegalrejo Yogyakarta. 
Perang ini dimulai tanggal 20 Juli 1825. Pada babak pertama perlawanan pasukan Diponegoro berada di sekitar Yogjakarta dan sekitarnya terutama Delanggu, Klaten, Kartosuro yang berlangsung antara tahun 1825-1826. 
Pertempuran akhirnya melebar ke wilayah barat yaitu disekitar Magelang khususnya di wilayah Menoreh pada tanggal 1 Januari 1827, sehingga sejak 1827 kawasan Menoreh menjadi daerah perlawanan pasukan Diponegoro. Perlawanan para pengikut semakin meluas sampai Purworejo dan Kebumen.
Makam Gagak Handoko berada dalam areal yang cukup luas dan bercampur dengan makam kerabatnya. Areal makam diberi cungkup yang di dalam cungkup makam, nisannya terbuat dari kayu jati dan terdapat inskripsi Jawa. Berdasarkan inskripsi yang ada menunjukkan nama orang yang dimakamkan, apabila diurutkan dari barat makam, nama orang yang dimakamkan adalah Kromodimuryo, Gagak Mitir, Nyai Gagak Mitir. Kemudian yang berada di tengah adalah Kyai Gagak Handoko yang ditutupi kain mori putih. Kemudian disebelahnya adalah para prajurit wanita yaitu Nyai Wedowati, Nyai Wilosrobo, Nyai Kililusi serta 2 (dua) makam tanpa nama.

Makam/Pasarean Adipati Loano terakhir : GAGAK  HANDOKO

Sumber : Budaya Purworejo 

Jika ada yang berminat ke Makam Eyang Gagak Handoko yang ada di Loano, di bawah ini ada rute yang dapat membantu perjalanan anda. Kunci utama, adalah Kepolisian Sektor (Polsek Loano). Dari arah manapun perjalanan Anda maka anda harus sampai di Polsek Loano, Jalan Ahmad Yani. Setelah Anda sampai di Polsek Loano, carilah PERTIGAAN yang ada tepat di sebelah kanan (mepet) Polsek Loano. Kemudian Anda harus masuk jalan yang ada di sebelah kanan Polsek Loano. 
Beberapa saat, setelah Anda masuk, Anda pasti sampai di Masjid Jami' Al Iman Sunan Geseng di Loano. Istirahatlah beberapa saat di Masjid Jami' Al Iman tersebut. Jika istirahat sudah cukup, bertanyalah kepada penduduk di sekitar masjid "arah ke makam Gagak Handoko yang di Loano" atau agar lebih mudah ke makam Gagak Handoko, disarankan Anda ke rumah Juru Kunci (mobil roda 4 dapat sampai rumahnya) atau Anda menghubungi dengan handphone, yaitu bapak Sutrianto dengan no kontak 081328225782. Juru kunci makam Gagak Handoko, bapak Sutrianto ini masih keturunan Eyang Gagak Handoko.
Selamat menyusuri jalan menuju makam eyang Gagak Handoko, kira-kira dari masjid waktu tempuh 15 - 20 menit.

Dari Pusat Kota (Alun-alun) Purworejo ke Polsek Loano




Masjid Jami' Al Iman Sunan Geseng Di Loano

Jalur dari Masjid Jami' Al Iman Sunan Geseng menuju makam Gagak Handoko

Denah Menuju Makam dari Masjid Jami' Al Iman Sunan Geseng
Denah ke rumah juru kunci dari masjid jami' Al Iman Sunan Geseng

Pak Sutrianto, Juru Kunci Makam

Rumah Juru Kunci Makam Gagak Handoko

No comments:

Post a Comment